BEBERAPA PRODUK PRAKTIS YANG MEMICU KEMATIAN

Kehidupan manusia pada zaman modern seperti sekarang ini memang tak lepas dari yang namanya praktis. Mulai dari mie instan hingga surat pun kini bisa dikirim lebih cepat dari zaman dulu melalui SMS dan akses email di internet. Tak hanya itu, aneka produk yang menawarkan kepraktisan pun lahir dan menjamur di mana-mana. Cleanser 2 in 1 pun sekarang sudah banyak bergeser pada satu pembersih untuk semua. Meski memiliki sisi positif, praktis, namun aneka produk praktis tersebut ternyata belum tentu aman bagi lingkungan dan kesehatan lho.

Coba saja simak 6 item praktis di bawah ini yang ternyata mengandung berbagai zat jahat di dalamnya.

Penggorengan anti lengket
Saat penggorengan anti lengket mulai diperkenalkan pertama kali di dapur-dapur Amerika pada tahun 1960an, pada saat itu para ibu seperti baru mendapatkan alat masak ajaib dari para dewa. Berlalu sudah hari-hari merendam penggorengan lengket dalam air panas.

Obat pembersih
Tak hanya merusak lingkungan, kandungan kimia dari obat pembersih juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Semua obat pembersih biasanya mengandung amonia, zat berbahaya yang biasanya menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Lain lagi dengan obat kelantang yang bisa merusak mata dan kulit. Bahaya lain dari pembersih konvensional adalah timbulnya gangguan pada saluran pernafasan dari aroma yang ditimbulkan.

Botol plastik
Jadi untuk apa peralatan dari bahan plastik masih dipertahankan memenuhi rak dapur Anda? Segera ganti dengan bahan lain yang lebih aman.

Obat serangga
Tak perlu dipertanyakan lagi tentang beragam bahaya dari zat kimia yang terkandung dalam obat serangga. Mata, kulit, hingga saluran pernafasan bisa cedera melalui pemakaian produk-produk tersebut. Alternatifnya? Gunakan bahan-bahan alami seperti bunga krisan yang mampu mengatasi nyamuk, lalat, kutu, caplak, agas, semut, hingga laba-laba.

Produk anti bakteri
Triclosan merupakan bahan paling umum yang dijumpai pada produk anti bakteri, mulai dari sabun, odol, hingga detergen pakaian anak. Center for Disease Control (CDC) mengatakan bahwa kandungan bahan tersebut sebenarnya mengganggu sistem imun manusia dan juga perkembangan pada anak. Bahkan sebuah studi di bawah naungan Environmental Working Group mendapati bahwa 97% ASI mengandung triclosan, dan 75% bahan ini ditemukan pada urin.

Bolham lampu

Terutama yang mengandung CFL (Compact Fluorescent), penggunaannya memang menarik lebih sedikit daya listrik (Anda jelas lebih hemat), namun kandungan merkurinya bisa berbahaya. Jadi, berhati-hatilah saat membuangnya di tempat sampah agar limbahnya tidak mencemari

Tentang rnaesemka1

chemistry teacher in smkn 1 purworejo jawa tengah
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s